Di dunia modifikasi otomotif dan balap motor Indonesia, nama BPRO Racing sudah tidak asing lagi. Dikenal dengan logo khas dan komponen aluminium CNC beranodize mewah, produk buatan BPRO Racing telah menghiasi ribuan motor di lintasan sirkuit balap nasional maupun jalan raya.
Namun, bagaimana awal mula BPRO Racing berkembang dari pabrikan part kompetisi hingga menjadi salah satu brand aftermarket lokal paling disegani di tanah air?
Lahir dari Kebutuhan Ekstrem di Lintasan Balap
BPRO Racing tidak lahir dari sekadar pabrik aksesoris gaya-gayaan. Sejak awal berdirinya, brand ini dirintis oleh para praktisi otomotif dan mekanik balap yang merasakan langsung kelemahan suku cadang standar bawaan motor saat dipacu di sirkuit:
- Swing arm besi standar yang melintir saat menikung kencang.
- Footstep standar yang cepat menggasak aspal.
- Radiator bawaan yang sering jebol dan overheat di balapan puluhan putaran lap.
Dengan riset langsung di sirkuit balap nasional (seperti Kejurnas Oneprix, MotoPrix, dan Drag Bike), BPRO merekayasa suku cadang menggunakan bahan Aluminium Billet T6061 murni berteknologi mesin bubut CNC otomatis. Hasilnya adalah suku cadang yang kuat, ringan, dan memiliki tingkat kepresisian ukuran yang sempurna.
Transformasi Menuju Pasar Modifikasi Harian (Street Aftermarket)
Setelah sukses membuktikan ketangguhan di podium juara sirkuit, BPRO Racing memperluas lini produksinya ke ranah motor harian:




